Setiap hari akan ada buku dan catatan menarik buat kamu

Showing posts with label Logbook. Show all posts
Showing posts with label Logbook. Show all posts

Friday, August 11, 2023

AMALAN AGAR HIDUP KITA DIMUDAHKAN OLEH ALLAH

Amalan dari Gus Iqdam

Hari ini saya scroll-scroll Tiktok, dan akhirnya ada video Pengajiannya Gus yang lagi booming, yaitu Gus Iqdam. Beliau terkenal dengan semboyannya "Dekengane Pusat".

Di pengajiannya beliau yang saya tonton di Tiktok tersebut beliau memberikan amalan agar hidup kita dimudahkan oleh Allah.  Ditatakan oleh Allah tentang hal-hal kita. Mungkin rezeki kita kurang lancar, hidup susah terus, dan lain sebagainya. 

Beliau memberikan amalan, yaitu membaca surat Al-Insyirah / Surat As-Syarh. Surat ini dibaca 7 kali setiap kita selesai melaksanakan shalat maktubah / Shalat lima (5) waktu. 

Semoga kita bisa mengamalkan ini. Ketika saya menulis amalan ini, saya sudah mengamalkan sebanyak sekali. Yaitu pada waktu shalat Isya'. Tanggal 11 Agustus 2023. 

Ayo kita coba amalkan. Semoga Kehidupan kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Amiiin.


Tuesday, August 8, 2023

JADILAH GURU YANG BAIK ATAU TIDAK SAMA SEKALI

Jadilah Guru yang Baik

Kata-kata ini pertama kali saya dapatkan di samping sebuah masjid yang ada di Kota Lumajang. Disamping Masjid, ada Sekolah MI yang didepan kantornya tertulis besar bertuliskan "JADILAH GURU YANG BAIK ATAU TIDAK SAMA SEKALI" 

Kata-kata ini tentu akan menusuk ke hati para guru yang ngajarnya malas. Dari kata-kata diatas, kira-kira berpesan begini, JIKA INGIN MENJADI SEORANG GURU, JADILAH GURU YANG BENAR-BENAR BAIK (PROFESIONAL), JIKA HANYA SETENGAH-SETENGAH, SILAHKAN PERGI DARI SINI, TIDAK PERLU NGAJAR DISINI". Mungkin bisa dikatakan demikian. 

Bulan kemarin, saya mengajak anak-anak mahasiswa mata kuliah Perbandingan Pendidikan dan mata kuliah Manajemen Lembaga Pendidikan Islam, untuk Studi Banding ke beberapa pesantren di Jawa Timur, yang salah satunya adalah Pesantren Amanatul Ummah, Pacet Mojokerto yang didirikan oleh Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. 

Ketika pagi hari setelah Sowan ke Kiai Asep, kami berbincang-bincang (Seminar Kecil) di Kampus IKHAC milik Pesantren Amanatul Ummah. Pada kesempatan tersebut, ada satu hal yang masih saya ingat yang disampaikan oleh Ust. Sofwan, sebagai pembicara dalam acara itu, beliau mengatakan, bahwa: disini saya bilang ke guru-guru. Jika mau maju ayo, tapi jika setengah-setengah (males-malesan), lihat itu di meja, banyak proposal yang menunggu untuk mengabdi disini." Kurang lebih bahasa yang beliau sampaikan kepada kami seperti itu. 

Agar pendidikan sukses memang sebagai pengelola / Tenaga Kependidikan tidak boleh setengah-setengah, karena kalau kita melakukannya setengah-setengah nantinya akan menyebabkan lembaga tersebut la yamutu wala yahya (gak mati tapi ya gak hidup). 

Saya sempat tergelitik hati saya ketika saya diskusi di sebuah group Whatsapp di salah satu lembaga tempat saya mengabdi, di dalam group tersebut kita membahas tentang Program Bahasa Arab dan Inggris. Group tersebut adalah diisi oleh Pengelola Program Bahasa Arab dan Inggris. Di dalam program tersebut, saya sebagai Manajer. Secara otomatis, semua yang berhubungan dengan program ini, adalah menjadi tanggung jawab saya. Saya merasa berdosa jika sampai program tersebut tidak bisa berjalan dengan baik. Karena itu adalah Amanah dari Wali Santri. 

Pada kesempatan itu, dalam group tersebut saya menyampaikan kepada yang bertanggung jawab di wilayah Pesantren, seharusnya jam 6 pagi, semua santri sudah masuk di kelas, tapi kenapa setiap hari hanya sekitar 20 persen yang masuk kelas. Sehingga saya ingin mengajak Ustad tersebut untuk segera rapat, agar permasalahan ini segera selesai, tapi jawabannya seolah-olah saya merendahkan tugas beliau yang di wilayah, seolah-olah saya mengatakan pada beliau, "KAMU GAK PERNAH NGURUSI SANTI, SEHINGGA PARA SANTRI GAK ADA YANG DATANG KE SEKOLAH". Seolah-olah saya mengatakan demikian kepada beliau. (itu menurut saya, entah menurut orang lain)

Sehingga dari SMS yang saya sampaikan untuk mengajak rapat tersebut, beliau membalas dengan tulisan begini: SAYA MULAI DARI BANGUN TIDUR SAMPAI TIDUR LAGI ENGGEH NGURUSI SANTRI TER. 

TER: adalah dari kata MISTER. Karena saya biasa dipanggil Mister. 

Lalu beliau juga menulis begini, "MENGKONDISIKAN ANAK2 TIDAK SEMUDAH MENUNGGU ANAK2. 

Jika saya boleh berkata kasar seperti bos kepada bawahannya, pasti akan saya balas, "JIKA KAMU SUDAH TIDAK SANGGUP, BERHENTI SAJA, SAYA AKAN CARI YANG LAIN YANG BISA SAYA AJAK MAJU. SAYA TIDAK BUTUH ORANG YANG KERJA SETENGAH-SETENGAH. KARENA ITU AKAN MENJADI TOXIC DI LEMBAGA. DAN SAYA TIDAK INGIN ITU TERJADI DISINI. CEPAAAT KELUAAR SAJA DARI LEMBAGA INI. SAYA SUDAH MUAK MELIHAT ANDA YANG DEMIKIAN. 

Tapi saya tidak mungkin mengatakan hal itu. karena ini lembaga yang bukan sebuah pabrik yang posisinya saya sebagai bos. 

Hikmah yang bisa diambil dari kejadian ini, jika ditempat anda ada yang seperti itu, itu akan menjadi TOXIC dan harus segera dibuang dan diganti yang lain yang lebih baik. 

Mohon doanya, semoga program yang saya urusi ini bisa lebih baik dan orang seperti saya sebutkan diatas semoga segera disadarkan oleh Allah. Amiiin. 

Kantor Perpustakaan  IAIQ, 08 Agustus 2023

Monday, March 6, 2023

Contoh Biodata Diri yang Dinarasikan

Contoh Biodata Diri yang Dinarasikan

Mungkin ada sebagaian dari kita yang masih kebingungan dalam pembuatan Biodata Diri yang dinarasikan. Oleh karena itu, dalam catatan ini kami ingin memberikan contoh terkait Biodata Diri yang dinarasikan. 

Semoga contoh ini bisa difahami dengan mudah. Amin. Untuk lebih jelasnya, silahkan langsung menuju ke contoh. Semoga bermanfaat ya. 

Contoh Biodata Diri yang Dinarasikan:

Fikri Farikhin, biasa dipanggil Fikri, lahir di Kota Tulungagung pada 11 Maret 1987 dan sekarang menetap di Kota Religius Jember. Pada tahun 2021 diberi Amanah menjadi Kepala Perpustakaan Institut Agama Islam Al-Qodiri Jember dan juga menjadi Dosen Tetap di Institut Agama Islam Al-Qodiri di Program Studi Pendidikan Agama Islam.

JANGAN PERNAH BANGGA DENGAN NILAI

Doktor Koko Srimulyo, Drs., Ph.D (Universitas Airlangga)

Tanggal 02 hingga 04 Maret 2023, di ITSKes Insan Cendekia (IcMe) Jombang, kami mengikuti acara Seminar Nasional dan BimTek Kepala Perpustakaan dan Pustakawan dengan Tema "Improving Librarians's Competence for Future Accredited Library", banyak yang kami dapatkan selama kami mengikuti acara tersebut.

Salah satu materi keren yang kami dapatkan adalah terkait Agile Librarian. Kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia Agile mempunya arti "Tangkas" dan Librarian mempunyai arti "Pustakawan". Jadi Istilah Agile Librarian kalau diartikan dalam bahasa Indonesia mempunyai arti "Pustakawan yang Tangkas".

Kami dimotivasi untuk menjadi Agile Librarian. Namun dalam catatan ini, kami tidak akan membahas terkait hal tersebut. Kami akan membahas tentang Faktor Kesuksesan. Menurut Doktor Koko Srimulyo, Drs., Ph.D  yang pada saat itu sebagai Generale Speech pertama (Universitas Airlangga).Kesuksesan itu tidak melulu dipengaruhi oleh Nilai.

Ternyata, Nilai yang baik berada di urutan ke 30 faktor kesuksesan. Sedangkan IQ berada di urutan ke 21, dan bersekolah di Universitas/Sekolah Favorit di urutan ke-23. Data itu adalah riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang, berdasarkan survey terhadap 733 Millioners di US.

Maka, apa yang menjadi faktor dalam menentukan kesuksesan seseorang?
Berdasarkan riset Stanley, berikut ini adalah 10 faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan, yaitu:
1. Kejujuran (Being honest with all People)
2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
3. Mudah bergaul (Getting along with People)
4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
5. Kerja keras (Working harder than most people)
6. Kecintaan pada yang di kerjakan (Loving my career/business)
7. Kepemimpinan (Having strong Leadership qualities)
8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/Personality)
9. Hidup teratur (Being very well-Organized)
10. Kemampuan menjual Ide (Having an ability to sell my Ideas/Products)

Namun, Pesan Dr Koko, dalam kesempatan itu, meski nilai berada dalam urutat 30, janganlah akhirnya meremehkan Nilai sekolah atau kuliah, tetap berusaha meraih Nilai yang terbaik namun dengan cara yang benar, yang artinya meraih nilai dengan cara yang baik dan bukan dengan menghalalkan segala cara, seperti misalnya menyontek. Menyontek adalah hal yang tidak baik. dan jika itu dilakukan, maka anda sudah menghilangkan syarat faktor kesuksesan nomor satu, yaitu Kejujuran (Being Honest with All People). 

Semoga catatan kecil ini ada manfaatnya untuk kita semua. Amin.