Setiap hari akan ada buku dan catatan menarik buat kamu

Sunday, November 19, 2023

Pengertian Test Skala Sikap

Test skala sikap adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur sikap seseorang terhadap sesuatu, seperti objek, peristiwa, atau konsep. Tujuan dari penggunaan test skala sikap adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang sikap individu terhadap topik tertentu.

Dalam test skala sikap, responden diberikan serangkaian pernyataan atau pertanyaan yang berkaitan dengan topik yang ingin diukur sikapnya. Responden diminta untuk memberikan jawaban yang menggambarkan tingkat persetujuan, penolakan, atau netralitas terhadap pernyataan atau pertanyaan tersebut. Umumnya, respons diberikan dalam bentuk skala likert yang menawarkan pilihan jawaban seperti "sangat setuju", "setuju", "tidak setuju", dan "sangat tidak setuju".

Setelah mendapatkan respons dari responden, skor sikap dapat dihitung dengan menggabungkan atau merata-ratakan respons mereka terhadap setiap pernyataan. Skor tersebut mencerminkan sikap individu terhadap topik yang diukur. Test skala sikap sering digunakan dalam penelitian sosial, psikologi, dan ilmu-ilmu sosial lainnya untuk mengumpulkan data tentang sikap dan opini masyarakat.

Pengertian Test Formatif dan Sumatif

Pre test dan post test adalah dua istilah yang umum digunakan dalam konteks penelitian atau evaluasi. Berikut adalah pengertian keduanya:

1. Pre test: Pre test adalah tes atau penilaian yang dilakukan sebelum memberikan suatu intervensi, pelatihan, atau program tertentu kepada peserta penelitian atau evaluasi. Pre test bertujuan untuk mengumpulkan data awal tentang pengetahuan, keterampilan, atau karakteristik lain dari peserta sebelum mereka mengalami intervensi atau program yang diteliti. Data dari pre test digunakan sebagai dasar perbandingan dengan post test untuk mengevaluasi efektivitas intervensi atau program tersebut.

2. Post test: Post test adalah tes atau penilaian yang dilakukan setelah peserta telah menerima intervensi, pelatihan, atau program tertentu. Post test bertujuan untuk mengukur dampak atau perubahan yang terjadi pada peserta setelah mereka mengalami intervensi atau program. Data dari post test digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana intervensi atau program telah berhasil mencapai tujuannya dan mempengaruhi peserta.

Dalam suatu penelitian atau evaluasi, penggunaan pre test dan post test memungkinkan peneliti untuk membandingkan perubahan yang terjadi pada peserta sebelum dan setelah intervensi atau program diimplementasikan. Hal ini membantu dalam mengevaluasi dampak dari intervensi tersebut dan mengukur apakah ada peningkatan atau perubahan yang signifikan pada peserta.

Pengertian Pretest dan Postest

Pre test dan post test adalah dua istilah yang umum digunakan dalam konteks penelitian atau evaluasi. Berikut adalah pengertian keduanya:

1. Pre test: Pre test adalah tes atau penilaian yang dilakukan sebelum memberikan suatu intervensi, pelatihan, atau program tertentu kepada peserta penelitian atau evaluasi. Pre test bertujuan untuk mengumpulkan data awal tentang pengetahuan, keterampilan, atau karakteristik lain dari peserta sebelum mereka mengalami intervensi atau program yang diteliti. Data dari pre test digunakan sebagai dasar perbandingan dengan post test untuk mengevaluasi efektivitas intervensi atau program tersebut.

2. Post test: Post test adalah tes atau penilaian yang dilakukan setelah peserta telah menerima intervensi, pelatihan, atau program tertentu. Post test bertujuan untuk mengukur dampak atau perubahan yang terjadi pada peserta setelah mereka mengalami intervensi atau program. Data dari post test digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana intervensi atau program telah berhasil mencapai tujuannya dan mempengaruhi peserta.

Dalam suatu penelitian atau evaluasi, penggunaan pre test dan post test memungkinkan peneliti untuk membandingkan perubahan yang terjadi pada peserta sebelum dan setelah intervensi atau program diimplementasikan. Hal ini membantu dalam mengevaluasi dampak dari intervensi tersebut dan mengukur apakah ada peningkatan atau perubahan yang signifikan pada peserta.

Macam- Macam Instrumen Evaluasi

Terdapat berbagai macam instrumen evaluasi yang dapat digunakan untuk mengukur, mengumpulkan, dan menganalisis data evaluasi. Berikut adalah beberapa contoh instrumen evaluasi yang umum digunakan:

1. Kuesioner: Digunakan untuk mengumpulkan data dari responden dengan serangkaian pertanyaan. Kuesioner dapat berupa pertanyaan pilihan ganda, pertanyaan terbuka, atau skala likert.

2. Wawancara: Metode ini melibatkan interaksi langsung antara evaluator dan responden. Wawancara dapat dilakukan secara tatap muka, melalui telepon, atau dengan menggunakan teknologi virtual.

3. Observasi: Instrumen evaluasi ini melibatkan pengamatan langsung terhadap kegiatan atau objek yang sedang dievaluasi. Observasi dapat dilakukan dengan metode terstruktur atau tidak terstruktur.

4. Tes atau Ujian: Instrumen ini bertujuan untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, atau kemampuan peserta evaluasi. Tes dapat berupa tes tertulis, tes praktik, atau tes kinerja.

5. Portofolio: Metode ini melibatkan pengumpulan dan penilaian berbagai karya atau dokumen yang menunjukkan prestasi atau kemampuan seorang individu dalam jangka waktu tertentu.

6. Analisis data sekunder: Instrumen ini menggunakan data yang telah ada, seperti data statistik, catatan, atau laporan yang dikumpulkan sebelumnya. Data sekunder dapat digunakan untuk evaluasi program atau kebijakan.

7. Fokus grup: Instrumen ini melibatkan kelompok kecil peserta evaluasi yang dipandu dalam diskusi terstruktur atau tidak terstruktur untuk mengumpulkan informasi dan persepsi mereka.

Selain instrumen di atas, terdapat juga teknik lain yang digunakan dalam evaluasi, seperti analisis konten, analisis biaya-manfaat, atau pengukuran kinerja. Pemilihan instrumen evaluasi yang tepat tergantung pada tujuan dan konteks evaluasi yang dilakukan.

Friday, November 17, 2023

Buku: 1001 Karomah Kiai Muzakki

KH ACHMAD MUZAKKI SYAH

Konsep "karomah" merujuk pada suatu bentuk keistimewaan atau keberkahan yang diyakini berasal dari Tuhan atau kuasa ilahi. Istilah ini seringkali terkait dengan tradisi keagamaan, khususnya dalam Islam, di mana karomah merujuk pada tanda-tanda atau kejadian-kejadian ajaib yang dianggap sebagai bukti keberadaan dan kuasa Tuhan.

Berikut adalah beberapa aspek penting dalam konsep karomah:

Asal Usul Karomah:

Karomah diyakini sebagai anugerah khusus dari Tuhan kepada seseorang yang memiliki tingkat keimanan dan ketaqwaan yang tinggi. Ini sering terkait dengan tokoh-tokoh sufi atau wali Allah yang dianggap memiliki kedekatan spiritual yang mendalam dengan Sang Pencipta.

Manifestasi Karomah:

Manifestasi karomah dapat bervariasi, termasuk kemampuan untuk melakukan mujizat atau kejadian-kejadian luar biasa yang tidak dapat dijelaskan oleh hukum alam. Ini bisa melibatkan penyembuhan penyakit, meramal masa depan, atau kemampuan-kemampuan lain yang dianggap sebagai tanda keberkahan.

Hubungan dengan Ketaqwaan:

Dalam banyak tradisi keagamaan, karomah dianggap sebagai hasil dari ketaqwaan dan pengabdian yang mendalam kepada Tuhan. Orang yang mencapai tingkat spiritual tertentu dan menjalani hidup sesuai dengan ajaran agama diyakini dapat mengalami karomah.

Penolakan Kesombongan:

Penerima karomah diharapkan untuk menjaga hati yang rendah dan tidak sombong. Kesombongan dianggap sebagai potensi untuk kehilangan karomah, karena kesombongan dianggap sebagai penghinaan terhadap pemberian Tuhan.

Peran dalam Tradisi Sufi:

Konsep karomah banyak ditemukan dalam tradisi sufi dalam Islam. Sufi percaya bahwa melalui latihan spiritual, pengendalian diri, dan pengabdian yang mendalam kepada Tuhan, seseorang dapat mencapai keadaan spiritual yang memungkinkan karomah terjadi.

Penting untuk dicatat bahwa pandangan tentang karomah dapat berbeda-beda di antara berbagai tradisi keagamaan dan kultural. Beberapa orang mungkin sangat meyakini konsep ini, sementara yang lain mungkin meragukannya atau memandangnya sebagai mitos.

Di dalam artikel ini, saya ingin berbagi buku dengan judul 1001 Karomah Kiai Muzakki. 

Untuk file buku ini, silahkan klik disini

Tuesday, November 7, 2023

Pembahasan Tawassul

Tawassul

Ulama ada yang melarang, juga ada yang membolehkan. 

Ada 3 macam tawassul yang diperbolehkan:

1. Tawassul dengan nama-nama Allah

2. Tawassul dengan Amal Sholeh. 

Biasanya dijelaskan dengan kisah 3 orang pemuda yang terjebak dalam Gua.

akhirnya mereka bertiga bertawassul dengan amal mereka. 1, amal bakti kepada ortunya. 2, batal zina dengan keponakan karena takut pada Allah. 3, menjaga dan memberikan hak buruh yang bekerja padanya. 


Ada juga dalam kitab "Taman orang-orang jatuh cinta dan memendam rindu", karya ibnul Qoyyim Al-Jauziyah.

3. Tawassul dengan orang yang masih hidup

4. Tawassul dengan orang yang telah wafat. (Ada yang membolehkan dan ada yang melarang).


Dalil Tawassul kepada yang sudah meninggal: 

 وَابْتَغُوٓا۟ إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ (dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya)



Thursday, November 2, 2023

Kitab : Terjemah Tafsir Munir, Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Tafsir Munir adalah sebuah karya tafsir Al-Qur'an yang ditulis oleh Wahbah Az-Zuhaili, seorang ulama dan cendekiawan Islam asal Suriah. Wahbah Az-Zuhaili lahir pada tahun 1932 dan wafat pada tahun 2015. Dia dikenal sebagai seorang ahli dalam berbagai disiplin ilmu, terutama dalam hukum Islam (fiqh) dan ilmu Al-Qur'an.

Tafsir Munir diakui sebagai salah satu tafsir kontemporer yang sangat bernilai dan telah mendapat sambutan luas di berbagai kalangan Muslim. Tafsir ini dikarang oleh Az-Zuhaili dengan pendekatan yang terperinci dan rasional, menggabungkan metode tafsir linguistik serta konteks sejarah dan sosial pada saat penurunannya.

Secara keseluruhan, Tafsir Munir bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang makna Al-Qur'an dengan memperhatikan konteks keseluruhan ayat-ayat tersebut. Az-Zuhaili mengacu pada Al-Qur'an itu sendiri, hadis Nabi Muhammad SAW, dan pendapat para ulama terdahulu dalam proses menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an.

Dalam Tafsir Munir, Az-Zuhaili secara cermat membahas makna-makna utama dan implisit dalam setiap ayat Al-Qur'an, menjelaskan aspek-aspek tafsirnya secara rinci. Dia juga membahas berbagai perbedaan interpretasi di kalangan ulama dan memberikan argumen-argumen yang kuat untuk pandangannya.

Tafsir Munir oleh Wahbah Az-Zuhaili dapat dianggap sebagai kontribusi penting dalam dunia tafsir Al-Qur'an, karena memberikan pemahaman yang mendalam tentang teks suci Islam. Karya ini telah menjadi salah satu referensi utama bagi para sarjana, penuntut ilmu, dan pencari kebenaran dalam memahami pesan-pesan Al-Qur'an.

Filenya, klik disini